Friday, August 7, 2009

...: "Look Up for God" :...


When the world crumbles down
When you can’t help but frown
When your soul’s gonna drown
Just stop, just drop and look up.

When the tears start to flow
When you feel oh so low
When your life’s one big show
Just stop, just drop and look up

When you think there’s none to hear
When your heart is full of fear
When you’re hurt by devils spear
Just stop, just drop and look up

When your life is full of greed
When your soul needs to be freed
When all your heart does, is bleed
Just stop, just drop and look up

When things don’t seem to go your way
When hurtful things are what they say
When the sun doesn’t shine today
Just stop, just drop and look up

When you’re howling like a lost hound
When strangely somehow you’ve been crowned
When the devils drum is your sound
Just stop, just drop and look up

Raise your hands up to the sky
Ask for help from THE Most High
For tomorrow you may die
The day the world says goodbye

Thursday, August 6, 2009

PELAJARAN DARI HAFIZUL KHAIRUDDIN

Minggu lepas Abang Zul datang ke rumah tok agak lewat. Saya ditemani tok dan abang ngah yang gagah mencelikkan mata, menunggu tetamu yang pertama kali datang bertandang. Seharusnya dia sampai lebih awal, tetapi di pertengahan jalan ke rumah kami, tayar motosikalnya pancit. Menguruskan soal tayar itulah yang mengambil masa lama, ditambah jarak yang agak jauh dari Taiping ke Ipoh.

Jam 10.30 malam Abang Zul sampai ke rumah kami. Urusannya sederhana : sebuah tawaran bisnes untuk membekalkan Tshirt kepada pengedar. Sebenarnya pihak pengedar telah biasa bertransaksi dengan pembuat Tshirt untuk order yang sama. Tetapi, kini mereka memerlukan orang ketiga untuk membekalkan dengan jumlah yang lebih besar.

Tawaran tentang itu telah dibuka oleh Abg Zul semenjak saya masih di UPM. Tetapi, saya keberatan kerana saya sendiri ketika itu sudah mempunyai sumber pendapatan tambahan, plus rasa takut ’bermain’ duit, saya menolak cadangan Abang Zul.

Bulan lepas, sekali lagi beliau menawarkan bisnes ini kepada saya. Kebetulan, dia juga kerap ke Ipoh menguruskan program Abim dan bisnesnya, maka saya memikirkannya semula. Ketika itu saya sempat bertanya lanjut berkenaan tawarannya. Lalu saya minta Abg Zul menyiapkan order list dengan coretan-coretan kasar tentang cashflows dan margin yang mampu diperolehi.
Maka untuk menjelaskan dan menyerahkan margin itulah Abg Zul datang minggu lepas. Saya terus memperhatikan pembicaraannya, maklum dari segi operasi bisnes, saya masih hijau berbanding Abg Zul. Lama saya tatap lembaran yang diajukan dan memperhatikan satu persatu item tercatat yang diperlukan.

Angka yang dinyatakan di sana tidak begitu menggalakkan. Nilai marginnya kecil berbanding risiko yang ditanggung. Melihat pertimbangan cashflows, nampaknya project ini agak berat bagi saya. Apa lagi saya hanya memanfaatkan dana dari pihak ketiga yang perlu ’dipujuk rayu’ supaya sedia berinvestasi. Kesimpulannya, seperti yang disepakati oleh Abg Zul, kita belum berjodoh untuk project ini.


Pelajaran


Sungguhpun bisnes ini gagal berjalan, saya memperolehi beberapa pelajaran penting. Datangnya Abg Zul tengah malam, hanya menunggang motosikal dari Taiping ke Ipoh mengajarkan saya tentang kerja keras, komitmen dan tanggungjawab. Abg Zul tetap memenuhi sesuatu yang sebenarnya dia pun sudah berpikir bahwa kecil kemungkinan saya akan bersetuju dengan bisnes ini. Tapi, kerana komitmen dan pegangan bahawa everything must be clear, Abg Zul tetap datang. Saya dapat membayangkan betapa dia pun sangat lelah malam itu. Bahkan saya sendiri berbincang dangannya dalam keadaan melawan godaan tidur. Sebelum pulang –dari Ipoh ke Kuala Kangsar pula- Abang Zul sempat berkata kalau sampai di rumah, dia tidak akan berpikir banyak selain katil.


Pelajaran kedua adalah dari kalimat verbal seorang Hafizul. Katanya, kerana dia telah membuka pembicaraan ini dengan saya sebelumnya, maka dia harus menyelesaikan dengan tegas walau kesimpulan akhirnya adalah tidak berjodoh, yang penting ada kejelasan. Jadi, sesuatu yang telah dimulai harus diakhiri dengan jelas. Ibarat membuka account di internet, jika sudah login, mesti logout, tidak boleh main close aja, apalagi terus disconnecting. Ini penting kerana ada orang yang selalu melupakan saja pembicaraan yang telah dibuka dan menganggapnya sebagai angin lalu.


Walaupun urusan itu tidak bersambung, tetapi ada pelajaran yang boleh saya kutip di balik pertemuan itu. InsyaAllah, semoga berjodoh di lain kali.

Wednesday, August 5, 2009

Harapan Untuk Kita Pahatkan Bersama..



Saudaraku, aku mempunyai harapan untuk kita pahatkan bersama…


Semoga ada wajah yang tidak mengeluh ketika taqdir berat dan keras menimpanya..mereka telah mencukupkan akhir malam sebagai malam kehambaan dan pengaduan pada KeMahaan Allah. Ketika mereka berdiri, ruku’ dan sujud dalam tangis rindunya. Manis wajah-wajah itu dengan senyuman mendoakan kita..” Assalamu’alaikum..”


Semoga ada wajah-wajah yang tidak pernah mengajak kita berbicara aib,memfitnah dan mengumpat manusia lainnya. Betapa ingin kita disambut di majlis mereka dengan ucapan “akhi..T’ala nu’minu sa’ah..saudaraku,mari sejenak kita beriman!” lalu kita terbang ke wilayah yang dinaungi malaikat.


Kita rindu dengan wajah ini dalam perjalanan. Bukankah kita belum kenal dan baru kali ini menatap muka? Tetapi hati sudah terasa akrab, bibir tak sabar melempar senyuman dan lidah laju menghulur salam.


Inilah dia wajah-wajah keimanan, yang satu menjadi cermin bagi yang lainnya. Ada inspirasi amal soleh saat memandangnya, ada idea cemerlang dan energy tika melihat keteduhannya... subhanallah..betapa kita merindukan wajah keimanan saudara-saudara kita di jalan Allah.


Kita rindu wajah Abu Bakar yang membuat kita berasa tenang, tidak ragu atau bimbang. Kita rindu wajah alFaruq ibnu al Khatab untuk membuat kita bersuara dengan keberanian. Tentu sahaja kita merindukan wajah alAmin yang membuat kita berasa berharga menyertainya menghadap Allah. Kita rindu menjadi sebahagian dari mereka, serindu kita pada sebuah sambutan-


“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah pada Raabbmu dengan hati puas lagi diredhai, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam JannahKu” (alfaj : 27-30)


Lalu, betapa kita rindu sebuah rumahtangga yang barakah.. rumahtangga menjadi labuhan dari samudera dunia yang bergejolak tidak ramah. Di sana, kita berlari dari yang haram menuju halal, berlari dari dosa mencari pahala, berlari dari hina menuju mulia. Berlari dari maksiat kepada tempat ibadat.. maka bukankah itu beerti berlari dari neraka menuju ke syurga?


Subhanallah…bilapun kita pulang, kita berharap syurga itu memang selalu hadir di rumah kita. Adakah yang tidak suka dibimbing ayah seperti Lukman yang selalu memanggil puteranya “ Ya bunayya…”? adakah yang tidak rindu beribukan Khansa, yang di saat ke-4 puteranya menghadap Allah sebagai syuhada berkata, “segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka..” adakah yang tidak mendamba rumah tangga berisi Ibrahim, Hajar dan Ismail? adakah?


Ya, jangan lupakan juga anak-anak yang menghadirkan keceriaan atau memberi pelita rumah kita dengan doa-doa dan hafalan quran mereka. Mereka berhak mendapatkan buah manfaat tertinggi dari kita. Mereka yang selalu menyambut lelah kita ketika pulang dengan teriakan, ‘walid/ibu...dukuuuuung!” lalu tangan yang tadi berasa tak kuat, kini dengan ringan mendukung si montel yang tampak munggil dengan kerudungnya..


Kita sangat rindu-


“Syurga dan yang mereka masuki bersama orang-orang soleh dari bapa-bapa mereka, isteri-isterinya, dan anak cucunya, sementara malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu, sambil mengucapkan salamu alaikum bima syabatum..maka alangkah baikknya tempat kesudahan itu (ar-ra’d : 23-24)


Lalu kita rindu masyarakat yang terarah…


Andai rumah-rumah bercahaya itu berkumpul menjadi sebuah masyarakat terarah, alangkah rindu kita menjadi sebahagian darinya. Kita begitu rindu masyarakat imani, masyarakat yang selalu membuat kita berada di tengah mereka. Sentiasa berkongsi kebaikan, saling membahagiakan serta saling mengatas-tangan sesama tetangga.


Kita begitu rindu pada masyarakat yang setiap hari menyambung silaturrahimnya di dalam rumah Allah melalui jemaah solat dan majlis Ilmu. Tumit-tumitnya merapat, pundak-pundaknya luas saling bersentuh, barisannya lurus dan takbirnya serentak bergempita menggemakan kebesaran Allah. Adakah yang tidak rindu pada masyarakat yang majlis makan-makannya buah kebaikan, sure hebohnya solat berjemaah dan gotong rotongnya jihad fisabilillah?


Kita juga merindukan pemimpin yang setiap malam mampu meronda memeriksa keadaan kita. Pemimpin yang sempat memikul sendiri gandum untuk seorang ibu yang kesulitan mendiamkan tangisan lapar anak-anaknya. Kita juga rindu wanita pertama seperti Ummu Khulsum binti Ali yang bekerja keras di gelap pagi menolong kelahiran seorang lagi warganya, sementara suami tercinta, Umar amirul mukminin memasak roti dan menghangatkan susu menghibur gelisah seorang lelaki bakal bergelar ayah.


Umar lain, yang datang sebagai cucu umar pertama menyelesaikan krisis ekonomi berat hanya dalam 2 tahun usia pemerintahannya. Kedua pemimpin ini dapat ditemui tanpa birokrasi menyulitkan. Hidup sederhana, Bahkan tidurnya hanya berlapik kerikil di malam yang sejuknya menyengat ke tulang.


Betapa rindu kita pada pemimpin yang mampu menangis, paling tidak menangis, kerana cinta. Pemimpin yang sedar bahawa ia akan ditanya dan diminta pertanggungjawaban atas jutaan pengangguran dan kemiskinan, ribuan kes-kes jenayah, kejatuhan moral remaja, ketidakadilan yang tidak pernah berhenti serta penindasan dan kekejaman setiap hari. Paling tidak sedar, kerana cinta. Seperti kata Rasul, “ Ia mencintai kalian dan kalian pun mencintainya..” dan cinta itu, akan mengangkatnya dari kongkongan batas kemanusiaanya untuk berbuat lebih. Kerana cinta itu menjadikannya tidak sendiri, tetapi rakyat hadir bersamanya. Jika rohnya saling mengenali roh rakyatnya, maka saat itulah nyala bertemu sumbu, dan kerja-kerja menjadi hati yang mensintesis potensi.


Ayuh, kita pahatkan harapan ini bersama. Hidupkan hati. Gerakkan jiwa. Mulakan langkah. Sehingga nanti Allah akan menghujankan air barakah dan menyuburkan pohon tayyibah. Ketika itu kerinduan kita akan sirna disapa hakikat. InsyaAllah.


Monday, July 27, 2009

Doakanlah.. (^_~)




Alhamdulillah… Hari ini (26 Julai) hari ulang tahun kelahiran saya. Menjelang jam 12 pagi kelmarin, adik-adik mengejutkan saya dengan surprise party mereka. Majlisnya sederhana, tetapi cukup bermakna kerana kami meraikan 3 orang anak kelahiran Julai. J kegembiraan ganda 3.

Alhamdulillah..Allah sentiasa membahagiakan saya J

Saya masih bertandang disini, menunggu dijemput pulang.
Sehingga itu, saya meninggalkan satu persatu stesyen kehidupan yang menjadi cermin tentang plus minus diri.

Dengan cepat saya belajar, sejauh ini perjalanan saya,Masih banyak kekurangan yang seharusnya sudah saya buang jauh...
Masih banyak kebaikan yang belum saya tanam ke dalam diri…
Dan masih banyak mimpi yang belum sempat saya gapai…

Saya ‘wajib’ bergegas…
tidak boleh lagi bersantai-santai..

Jiwa saya ‘wajib’ perkasa,
Untuk tidak dikecilkan dengan hal-hal remeh dan tidak dikalahkan dengan hal-hal besar.

Doakanlah.
Doakan saya sempat berlari mengejar segala kekurangan...
Doakan saya boleh berkongsi manfaat dan kebaikan sebanyak-banyaknya…
Mudah-mudahan,
Kehadiran saya,
Walau tidak banyak,
Akan menjadi cahaya kebaikan bagi orang lain Ketika tiba pada hari di mana tak ada cahaya yang mampu menyinariKecuali kebaikan yang berlandaskan keikhlasan…

Tuesday, April 7, 2009

Akar Pemikiran Islam Liberal



Sejak sekian lama, yang bernama agama itu sering ditempatkan disisi paling private bagi manusia. Hatta sejak era reformasi gereja abad ke-15, wilayah agama telah didomestikasikan sedemikian rupa. Kini, agama dilihat semakin tidak kondusif bagi manusia menikmati kehidupan demokratik, harmoni serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Malah agama juga dilihat seperti penyakit yang membarah yang perlu dinyah-hapuskan demi menikmati toleransi, kebebasan, persamaan dan pluralisme. Ketika pemikiran manusia didoktrinkan dengan pemahaman bahawa agama adalah musuh kepada demokrasi, kemanusiaan dan pluralisme, maka agama itu sendiri harus melakukan rekontruksi (atau direkonstruksi secara paksa) supaya ianya menjadi ‘syumul’ serta lebih bersifat empati untuk membebaskan manusia dari kongkongan ibadat serta tradisi jumud yang tidak selari dengan semangat zaman.

Oleh itu, tidak dapat tidak, perlu ada bentuk pemikiran yang meraikan kemahuan manusia dengan mengurangkan kekangan agama tersebut. Di dalam konteks liberalisasi agama Islam, bentuk pemikiran ini cuba untuk memberikan tafsiran Islam yang sesuai dengan pemikiran post-modernisme yang mencemarkan kesyumulan agama tauhid ini serta mengasingkan sandaran vertikal kepada Allah swt di segenap aspek kehidupan masyarakat.

Istilah Islam liberal mula mengkultur di dalam masyarakat apabila ianya pertama kali digunakan oleh penulis seperti Leonard Binder ( Islamic Liberalism ) dan Charles Kurzman ( Liberal Islam ), namun begitu asal istilah Islam Liberal diberikan oleh orientalis dan diterima oleh segolongan umat Islam sendiri. Golongan Islam Liberal juga dilihat menggunakan nama lain seperti Islam Progresif dan Islam Moderat bagi menggambarkan Islam versi liberal yang mereka anuti.

Ustaz Khalif Muammar di dalam bukunya, telah menjelaskan bahawa fenomena Islam liberal merupakan sebuah isu global yang dirancang oleh barat untuk menghapuskan pengaruh agama ke atas masyarakat Islam dengan membesar-besarkan Islam liberal serta memburuk-burukan fundamentalisme Islam. Bentuk pemikiran Islam liberal ini dilihat cukup berbahaya kerana ianya dipelopori oleh golongan intelektual yang mempunyai pengaruh besar ke atas aliran pemikiran masyarakat. Para ilmuan ini mempunyai pegangan yang kuat terhadap tradisi keilmuan Barat dalam masa yang sama cenderung meremehkan tradisi keintelektualan Islam. Sehingga samaada disedari mahupun tidak, worldview mereka telah dikuasi oleh worldview barat berbanding tasawwur Islam itu sendiri.

Akar- Akar Pemikiran Islam Liberal

Antara isu sentral yang timbul berikutan fahaman Islib ini adalah :

1.Sekularisme

Pemikiran sekular yang dilontarkan oleh pendokong Islib merupakan pengaruh dari isu-isu pemikiran yang berkembang di dunia barat. Proses pembaratan dan globalisasi budaya yang berjalan membuatkan golongan pemikir berasa selesa dengan pemikiran agama yang terjadi di dunia barat. Sekularisasi yang menghambat umat manusia menerusi Islib ini menjadikan manusia itu sendiri tunduk dan kalah kepada kemahuan duniawi sesuai dengan selera dan agenda barat untuk membebaskan manusia dari pengaruh alam rohani.

2. Pluralisme agama


Seorang tokoh Islib, Rene Guenon yang mengetengahkan idea Transcendent Unity of Religions ( TUR ) membahagikan agama-agama besar di dunia (Islam, Kristian, Yahudi, Buddha, Hindu, dll) kepada 2 struktur utama iaitu exoteric ( luaran/ zahir ) dan esoterik ( dalaman/batin ). Agama menurut golongan Islib hanya berbeza pada struktur luarannya sahaja sedangkan batinnya adalah sama, iaitu menuju Tuhan yang satu. Di Malaysia, kita melihat usaha penubuhan Interfaith Commision ( IFC ) yang mendapat sokongan kuat dari Sisters in Islam ( SIS ) suatu ketika dahulu merupakan antara usaha golongan Islib di dalam rangka penyebaran pluralisme agama yang kita bincangkan.

3. Al-Quran Edisi Kritis ( QEK )

Golongan Islib juga terlibat di dalam usaha memperbaharui Al-quran dengan mengusahakan bentuk baru quran yang digelar Al-quran edisi kritis. Bagi kelompok ini edisi lama Al-quran mempunyai banyak permasalahan yang memerlukan pengeditan secara kritikal. Sejarah pembukuan Al-quran dan kerencaman cara bacaan oleh umat Islam dijadikan modal utama untuk merealisasikan tujuan mereka.

4. Hermeneutik

Hermeneutika pada asalnya adalah merupakan metodologi penafsiran bible. Apabila ianya dijadikan sebagai sebuah aliran falsafah moden oleh seorang pemikir protestant, ianya lantas diambil oleh segolongan kaum liberal untuk diterapkan kepada penafsiran al-quran. QEK bertujuan untuk merombak semula Al-quran yang ada, manakala hermeneutika pula datang dengan idea untuk merubah orientasi tafsir Al-quran yang dibaca oleh umat Islam.


5. Feminisme

Gerakan feminisme barat yang bertujuan untuk mendapatkan kesamarataan hak di antara gender juga mempengaruhi pemikiran Islib. Feminisme cara Islib biasanya menuntut persamaan hukum-hakam syariah antara lelaki dan perempuan yang dianggap tidak adil oleh golongan ini.

Secara umumnya dapat dirumuskan bahawa dari segi teologi, golongan Islib berpegang kepada pluralisme agama dengan fahaman bahawa semua agama adalah sama dan benar. Mereka juga menentang autoriti dikalangan ulama. Dari segi sosial dan moral, mereka menyokong utilitarianisme, seperti di Amerika yang tiada kongkongan dan pengawasan terhadap perilaku individu walau apapun yang ingin dilakukan, mereka juga menyuarakan kesetaraan gender dan beranggapan bahawa Islam telah merendahkan martabat wanita. Dari segi politik, mereka menentang keras konsep negara Islam, bagi mereka ia adalah negara teokrasi yang berasaskan ketuhanan total. Mereka inginkan demokrasi liberal dengan sekularisme sebagai dasar negara. Dari segi perundangan, mereka menyuarakan idea merombak syariah, bagi mereka syariah mesti tunduk kepada undang-undang antarabangsa dan hak asasi manusia. Mereka menghalalkan homoseksual, menghalalkan arak dan riba. Mereka juga meragukan kesucian dan kemurnian al-Qur’an, mereka ingin agar al-Qur’an ditafsirkan kembali bukan oleh para ulama tetapi oleh ahli sosiologi,antropologi dan kaum feminis.

Khatimah
Serangan terhadap agama boleh hadir di dalam variasi trend dan bentuknya. Ia secara jelas menggambarkan sebuah fakta tentang betapa dominan dan hegemoniknya Barat di dalam kulturisasi politik, ekonomi mahupun peradaban. Kelestarian agenda barat ini akan dipastikan dengan cara menghapuskan legitimasi agama dan ianya harus berlaku dengan logik kemanusiaan moden yang berlandas kepada toleransi dan kebebasan, atau lebih tepat liberalisme.Seharusnya kita memahami di dalam persoalan liberalisasi ini isu yang timbul bukan sekadar kebebasan berpendapat tetapi ianya merupakan ancaman terhadap jatidiri umat Islam serta Islam itu sendiri. Ancaman liberalisasi ini merupakan isyarat bahawa kita perlu menggali kefahaman sebenar terhadap Islam, memperbaharui semangat serta kecerdasan untuk membangunkan ummah serta menjadikan komitmen untuk mempertahankan kesucian agama Islam sebagai matlamat terbesar dalam kehidupan kita sebagai khalifatullah fil ardh.
Wallahua’lam.

Sunday, April 5, 2009

Tell Me Why



In my dream,children sing,

A song of love for every boy and girl

The sky is blue and fields are green:

And laughter is the language of the world

Then i wake and all i seeIs a world full of people in need

Chorus:Tell me why(why) does it have to be like this?

Tell me why (why) is there something i have missed?

Tell me why (why) cos i don't understand

When so many need somebody

We don't give a helping hand

Tell me why?

Everyday i ask myself

What will i have to do to be a man?

Do i have to stand and fight

To prove to everybody who i am?

Is that what my life is for

To waste in a world full of war?

chorus:(children)tell me why?

(declan)tell me why?

(children)tell me why?

(declan)tell me why?

(together) just tell me why, why, why?

chorus:chorus chant:

Tell me why (why,why,does the tiger run)

Tell me why(why why do we shoot the gun)

Tell me why (why,why do we never learn)

Can someone tell us why we let the forest burn?

(why,why do we say we care)

Tell me why(why,why do we stand and stare)

Tell me why(why,why do the dolphins cry)

Can some one tell us why we let the ocean die?

(why,why if we're all the same)

Tell me why(why,why do we pass the blame)

Tell me why (why,why does it never end)

Can some one tell us why we cannot just be friends?

Why,why

Wednesday, April 1, 2009

It is so bad

My heart breaks when I see men staring at women.. You’d think I’m exaggerating, but by Allah I’m not! It really saddens me :( Let me explain it to you guys, I think it’s one of the hardest things to lower your gaze.. But come on.. For God’s sake.. You look so,so,so bad when you stare at her body.. you really do.. Just like a dog going after a poodle.. Please, whenever you find yourself gazing at a woman, remember that you’re eating from food that isn’t allowed for you to eat from..

Let me break it down for you..
Well, we (women) have the tender hearts.. I listened to this amazing talk by Ustaz Rizal & I’d like to translate what he has said & share it here :)

"The prophet (pbuh) has said that we have more tendered hearts than the men have.. Now didn’t Allah say that he who goes to Him with “qalban salim” healthy heart will be saved? The softer the heart is, the healthier & the closer it is to its pure instincts..God’s Names are divided into three descriptive categories:

1. Al-Jalal (full of majesty): An example of this category is God’s name: The Majestic.. We shall be fearful of this attribute for instance & as well get attached to it..

2. Al-Jamal (full of beauty): An example of this category is God’s Name: The Most Loving.. We shall hope & ask for more when knowing of this attribute & try to be take from it & reflect it into our very selves..

3. Al-Kamal (all complete): An example of this category is God’s Name: The Most Just.. We shall believe in this without a doubt & strengthen our faith by knowing so..Now here’s the cutest part.. Men are known to be having more of the first category by nature than women.. & women are born with the second type to be of their natural state.. Men should learn more on how to be of the second & women should live & try to adopt & live by growing on being more of the first.."

Ain’t that beautiful!By you (man) staring at her body & checking where she got it from, your losing your instinctive qualities that make you a man.. And more importantly, you're missing on seeing the best part of her! And when she uses her outer beauty, she’s killing the best part of her.. Her heart..